Nasional

Warga Pertanyakan Kerusakan Pompa SPAM Raknamo yang Belum Beroperasi Maksimal

Redaksi · · Diperbarui 11:31 WITA · 3 menit membaca
Ukuran Teks:

KUPANG,JurnalTimor.id– Kerusakan mesin pompa pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Raknamo yang disebut menjadi penyebab belum optimalnya distribusi air bersih menuai sorotan. Anselmus Jogo mempertanyakan bagaimana mesin tersebut sudah mengalami kerusakan, padahal sistem itu belum pernah beroperasi secara maksimal untuk melayani masyarakat.

“Mesin pompa belum beroperasi maksimal dan juga belum digunakan untuk melayani konsumen, kok sudah rusak?” kata Anselmus kepada JurnalTimor, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan yang perlu ditelusuri agar penyebab kerusakan dapat diketahui secara jelas. Kemungkinan pertama adalah proses pengoperasian yang kurang teliti. Kemungkinan kedua, mutu mesin pompa yang dipasang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Sementara kemungkinan ketiga, kata dia, perlu dipastikan bahwa mesin yang digunakan benar-benar merupakan mesin baru, bukan mesin lama yang dimodifikasi seolah-olah baru.

“Ini yang menurut saya perlu ditelusuri sehingga penyebab kerusakan bisa diketahui secara pasti,” ujarnya.

Anselmus, yang memiliki latar belakang teknik, juga menilai sejak tahap perencanaan seharusnya kapasitas pompa sudah dihitung berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan.Menurutnya, spesifikasi pompa, terutama kapasitas debit air (Q) dan kekuatan dorong atau head pompa, seharusnya telah disesuaikan dengan kondisi elevasi dari instalasi pengolahan menuju reservoir di Raknamo yang memiliki perbedaan ketinggian sekitar 150 meter.

“Kalau reservoir berada pada ketinggian sekitar 150 meter, maka kapasitas head pompa yang digunakan seharusnya dirancang minimal dua kali lipat atau lebih agar mampu memenuhi kebutuhan debit air sesuai perencanaan dan sasaran pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ia menduga kerusakan pompa juga bisa disebabkan oleh faktor teknis lain, salah satunya fenomena water hammer atau tekanan balik air di dalam jaringan pipa.

“Kalau pompa belum dipakai maksimal tetapi sudah rusak, bisa saja pompa maupun motor penggeraknya tidak mampu menerima tekanan balik air atau water hammer di dalam pipa ketika pompa tidak sanggup mendorong air atau saat pompa dimatikan,” katanya.

Ia menambahkan, dugaan lain yang juga perlu diperiksa adalah kemungkinan sistem jaringan pipa transmisi belum dilengkapi sambungan maupun aksesori pendukung yang memadai untuk mengendalikan tekanan air selama proses distribusi.

“Kalau aksesori jaringan tidak lengkap atau tidak sesuai, tekanan air saat proses pemompaan maupun saat terjadi tekanan balik bisa berdampak pada usia dan kinerja pompa. Namun sekali lagi, ini murni analisa saya secara teknik dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan oleh pihak yang berwenang,” tegas Anselmus.

Sebelumnya, Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Jhony Solaiman, menyatakan kerusakan mesin pompa menjadi salah satu penyebab SPAM Raknamo belum dapat dioperasikan secara optimal untuk melayani masyarakat di kawasan Oelamasi dan Oesao. PDAM juga mengaku membutuhkan tambahan pompa booster berkapasitas lebih besar agar distribusi air dapat menjangkau seluruh wilayah pelayanan.

Tinggalkan komentar