Nasional

Mesin Rusak, SPAM Raknamo Belum Berfungsi Optimal, Suplai Air Bersih ke Oelamasi dan Oesao Terhenti

Redaksi · · Diterbitkan 10:24 WITA · 3 menit membaca
Ukuran Teks:

KUPANG,JurnalTimor– Harapan masyarakat Kabupaten Kupang untuk menikmati layanan air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Raknamo masih belum terwujud. Kerusakan pada sejumlah mesin distribusi membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang belum dapat mengoperasikan sistem tersebut secara optimal sehingga pasokan air bersih ke wilayah Oelamasi dan Oesao terpaksa dihentikan.

Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Jhony Solaiman, mengatakan kerusakan terjadi pada pompa distribusi yang menjadi bagian penting dalam sistem penyaluran air dari instalasi SPAM Raknamo.

“Terkait mesin yang rusak itu, memang ada pompa berkapasitas 1,5 kW menuju tandon 1.000 liter untuk pencampuran bahan kimia dan pompa distribusi menuju reservoir berkapasitas 300 meter kubik. Secara umum kami membutuhkan pompa booster agar daya dorong air lebih besar sehingga bisa menjangkau Oelamasi dan Oesao,” ujar Jhony saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak proses serah terima sementara SPAM Raknamo dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT. Akibatnya, distribusi air bersih kepada masyarakat hanya sempat dilakukan pada tahap uji coba dan setelah itu tidak lagi beroperasi hingga sekarang.

“Penyerahan saat itu masih bersifat sementara karena pihak Balai masih harus membenahi beberapa item pendukung SPAM. Namun hingga kini belum ada pembenahan sehingga PDAM sebagai pengelola belum bisa menyalurkan air bersih kepada masyarakat,” katanya.

Jhony menegaskan, aset SPAM Raknamo juga hingga kini belum diserahkan secara resmi kepada PDAM Kabupaten Kupang sehingga proses pengelolaannya belum dapat dilakukan secara penuh.Menurutnya, selain memperbaiki mesin yang rusak, SPAM Raknamo juga membutuhkan tambahan pompa booster berkapasitas lebih besar.Hal itu diperlukan karena wilayah pelayanan memiliki kondisi topografi yang menanjak sehingga membutuhkan tekanan air yang lebih kuat.

“Memang kita membutuhkan tambahan pompa booster agar pelayanan bisa maksimal, terutama di kawasan Civic Centre Oelamasi dan sekitarnya hingga Oesao. Persoalan ini juga sudah kami sampaikan kepada pihak Balai dan mendapat respons yang baik untuk dilakukan pembenahan bersama,” ujarnya.

Diketahui, proyek pembangunan SPAM Raknamo dibiayai pemerintah pusat melalui Balai Cipta Karya NTT dengan anggaran lebih dari Rp87 miliar. Proyek tersebut dikerjakan pada tahun anggaran 2021–2022 dan penyelesaian fisiknya dilakukan pada 2023.SPAM Raknamo dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya di wilayah Kecamatan Kupang Tengah dan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Kupang. Namun hingga kini manfaat proyek tersebut belum dirasakan masyarakat karena belum beroperasi secara optimal.

Pantauan di lokasi menunjukkan fasilitas SPAM Raknamo tampak kurang terawat. Area instalasi dipenuhi rumput liar dan sebagian lokasi bahkan dimanfaatkan sebagai tempat penggembalaan ternak, meski proyek tersebut menelan anggaran negara lebih dari Rp87 miliar.

Jika ingin lebih tajam dan bernada investigatif, berita ini juga bisa diarahkan untuk menyoroti alasan proyek bernilai Rp87 miliar belum memberikan manfaat bagi masyarakat serta meminta penjelasan dari pihak Balai Cipta Karya/BPPW NTT sebagai penanggung jawab pembangunan.

Tinggalkan komentar