KUPANG,JurnalTimor– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki Laka Lena pada Selasa (14/7/2026) malam. Menurutnya, keberadaan Bank NTT tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga keuangan yang menjalankan fungsi perbankan semata, tetapi harus mampu menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah NTT.
“Amanat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sudah sangat jelas. Bank NTT tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi daerah yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Melki.
Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT yang dalam beberapa waktu terakhir berada di atas rata-rata nasional merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun, pertumbuhan tersebut harus dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, terutama mereka yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Menurut Melki, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan perikanan masih menjadi penyokong utama ekonomi NTT. Karena itu, para pelaku usaha di sektor-sektor tersebut membutuhkan dukungan yang lebih besar, baik melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, maupun perluasan jaringan pemasaran.Ia menilai Bank NTT memiliki posisi yang sangat strategis untuk memperkuat sektor-sektor produktif tersebut melalui berbagai skema pembiayaan yang berpihak kepada masyarakat.
“Bank NTT harus hadir sebagai mitra yang mendorong peningkatan produksi masyarakat sekaligus mendukung hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah,” tegasnya.
Melki menjelaskan, hilirisasi menjadi langkah penting agar produk-produk unggulan NTT tidak lagi dipasarkan hanya dalam bentuk bahan baku. Dengan proses pengolahan yang lebih baik, komoditas lokal akan memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Hilirisasi harus menjadi perhatian sehingga masyarakat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Selain itu, distribusi dan pemasaran juga perlu diperkuat agar hasil produksi masyarakat bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Selain memperkuat pembiayaan sektor produktif, Gubernur juga meminta Bank NTT terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT serta seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, dukungan sektor perbankan memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah, memperkuat pelaku usaha lokal, serta membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja.
Dengan peran tersebut, Melki berharap Bank NTT mampu menjadi bank pembangunan daerah yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur.