KUPANG, JurnalTimor– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) untuk semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Memasuki usia ke-64 tahun, Bank NTT diharapkan tidak hanya menjadi lembaga perbankan milik daerah, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat NTT.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Bank NTT memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, penguatan Bank NTT membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, lembaga pendidikan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), hingga masyarakat luas untuk menjadikan Bank NTT sebagai bank utama dalam menyimpan dana maupun menjalankan berbagai aktivitas keuangan.
“Bank NTT harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dana masyarakat NTT seharusnya tersimpan dan berputar di Bank NTT sehingga mampu menjadi kekuatan untuk membiayai pembangunan daerah,” kata Melki Laka Lena kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Ia menilai, semakin besar dana yang dikelola Bank NTT, semakin besar pula kemampuan bank tersebut dalam menyalurkan pembiayaan bagi sektor-sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, peternakan, perikanan, hingga berbagai sektor ekonomi lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian NTT.
Selain memperkuat ekonomi kerakyatan, Melki juga menyoroti status Bank NTT yang kini telah menjadi bank devisa. Menurutnya, status tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menarik lebih banyak investasi ke Nusa Tenggara Timur.Ia berharap investor nasional maupun internasional yang berinvestasi di NTT dapat menjadikan Bank NTT sebagai mitra strategis dalam berbagai transaksi dan aktivitas keuangan.
“Bank NTT harus mampu menjadi jembatan bagi investor yang masuk ke NTT. Sebagai bank lokal yang berkelas internasional, Bank NTT harus mampu mendukung iklim investasi sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.
Melki optimistis, apabila seluruh fungsi tersebut dijalankan secara maksimal, Bank NTT akan berkembang menjadi pusat perputaran ekonomi daerah yang menopang pembangunan di berbagai sektor.
“Bank NTT harus menjadi jantung ekonomi NTT, yang menyalurkan darah pembangunan ke seluruh sektor, terutama dalam mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu program utama pemerintah daerah,” katanya.
Memasuki usia ke-64 tahun, Gubernur juga berharap Bank NTT terus melakukan pembenahan internal, memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama untuk terus bertumbuh.Ia mengajak seluruh jajaran Bank NTT menjadikan momentum hari jadi sebagai titik awal memperbaiki berbagai kekurangan di masa lalu dan fokus membangun lembaga perbankan yang sehat, transparan, serta mampu bersaing di tingkat nasional.
“Bank NTT harus terus tumbuh menjadi bank yang sehat, profesional, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat NTT. Tinggalkan berbagai persoalan masa lalu, perkuat tata kelola yang baik, dan teruslah menjadi penggerak pembangunan ekonomi daerah. Maju terus Bank NTT, sukses menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutup Melki.