Nasional

Viral Anak Sekolah Seberangi Kali Oelbaf, Kodim TTU Langsung Turun Cek Lokasi

Redaksi Diterbitkan 02:03 WITA 2 menit membaca
Ukuran Teks:
TTU,JurnalTimor.id– Menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial terkait kondisi Kali Oelbaf di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kodim 1618/TTU bergerak cepat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Kamis (27/8/2026).
Informasi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredarnya video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan aktivitas anak-anak sekolah saat melintasi kawasan Kali Oelbaf.

Merespons perhatian masyarakat, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., memerintahkan Danramil 1618-02/Miobar Kapten Inf Adolfo Mendonsa bersama para Babinsa untuk turun langsung ke lapangan.

Pengecekan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah awal untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan serta mengetahui kebutuhan masyarakat yang menggunakan akses tersebut.

Dalam kegiatan itu, Danramil bersama Babinsa turut mendampingi Tim Zibang Kupang IX/1-A untuk meninjau kondisi medan dan geografis Kali Oelbaf sebagai bagian dari tahapan awal perencanaan pembangunan jembatan.

Berdasarkan hasil pengukuran awal, jembatan beton yang direncanakan memiliki ukuran kurang lebih 42 meter panjang dan 6 meter lebar.

Akses tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat Desa Tasinifu dan sekitarnya.

Selain digunakan untuk aktivitas sosial kemasyarakatan, jalur ini menjadi akses warga dalam mengangkut hasil kebun, menuju sekolah, serta mendukung mobilitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi dunia pendidikan, keberadaan akses yang aman menjadi kebutuhan penting.

Anak-anak sekolah harus melintasi kawasan Kali Oelbaf untuk pergi maupun pulang dari sekolah, sehingga kondisi akses yang layak sangat diperlukan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas mereka.

Demikian pula bagi tenaga kesehatan, akses tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan, terutama ketika petugas harus menjangkau masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi medan cukup menantang.

Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., menegaskan bahwa setiap informasi yang menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian TNI di wilayah.

Menurutnya, pengecekan lapangan penting dilakukan agar setiap rencana pembangunan benar-benar disiapkan berdasarkan kondisi nyata, kebutuhan masyarakat, serta memperhatikan aspek teknis dan keamanan.

“TNI hadir bukan hanya ketika pembangunan dimulai, tetapi sejak kebutuhan masyarakat ditemukan dan harus dicarikan jalan keluarnya.

Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar rencana pembangunan jembatan di Kali Oebaf dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran akses pendidikan, ekonomi dan aktivitas warga,” ujar Dandim.

Pengecekan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong percepatan penanganan akses Kali Oelbaf, sehingga ke depan masyarakat dapat memiliki jalur penghubung yang lebih aman, layak dan mampu menunjang berbagai aktivitas mereka.(Ramos)

Tinggalkan komentar