KUPANG,JurnalTimor.id– Seorang kontraktor asal Kota Kupang berinisial OM mengaku menjadi korban dugaan penipuan setelah dijanjikan paket proyek APBD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2026. Akibat janji tersebut, OM mengaku telah menyerahkan uang hingga sekitar Ratusan juta kepada sejumlah orang yang disebutnya sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor.
Pengakuan itu disampaikan OM kepada sejumlah wartawan di Kota Kupang, Selasa (18/8/2026). Menurutnya, uang diberikan secara bertahap kepada empat orang yang disebut memiliki peran dalam proses pengadaan proyek pemerintah.
OM mengaku menyerahkan Rp75 juta kepada Kepala ULP Alor, Yoan Djara. Dari jumlah tersebut, Rp55 juta diberikan secara tunai, sedangkan Rp20 juta ditransfer ke rekening Bank BNI.
Selain itu, ia mengaku menyerahkan Rp175 juta kepada seorang pejabat pada Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Alor Untuk membiayanyi Pesta rakyat. Penyerahan uang tersebut, kata OM, dilakukan secara langsung, ada saksi dan bukti cctv-nya.
Selanjutnya, OM mengaku memberikan Rp55 juta kepada Beny yang disebut menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Rp17 juta kepada Yusuf Laa yang disebut sebagai pejabat pengadaan.
OM juga mengklaim pernah menyerahkan uang diatas Rp100 juta kepada seorang pejabat tinggi di Kabupaten Alor karena diminta dengan alasan untuk mengurus proyek yang dijanjikan.
Menurut OM, seluruh uang tersebut berasal dari pinjaman bank dengan menjaminkan aset pribadinya. Namun hingga kini proyek yang dijanjikan tidak pernah diberikan dan uang yang telah diserahkan juga belum dikembalikan.
Ia berharap seluruh uang tersebut dapat dikembalikan agar dirinya bisa melunasi pinjaman bank dan tidak kehilangan aset yang dijadikan jaminan kredit.
Klarifikasi Para Pejabat
Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pengakuan OM.
Pejabat pada Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Alor memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp. Ia membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang disampaikan OM tidak benar.
Sementara itu, Yusuf Laa sempat membalas pesan WhatsApp yang dikirim wartawan dengan menanyakan, “KK posisi di mana?” Setelah dijawab, Yusuf Laa tidak lagi memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Adapun Yoan Djara dan Beny tidak memberikan respons atas pesan konfirmasi yang telah dikirim melalui WhatsApp maupun panggilan telepon sampai berita ini diterbitkan.