KUPANG,JurnalTimor.id– Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.
Penandatanganan PKS berlangsung di Kupang, Jumat (17/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, serta Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan penandatanganan kerja sama yang bertepatan dengan HUT ke-64 Bank NTT menjadi momentum istimewa bagi kedua lembaga untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Charlie, kerja sama tersebut bukan sekadar pelayanan jasa perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan ekosistem yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.Ia menjelaskan, salah satu fokus utama Bank NTT saat ini adalah pemberdayaan UMKM.
Namun, masih banyak pelaku usaha di NTT yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari kemampuan mengelola keuangan hingga keterbatasan pengetahuan dalam mengolah hasil produksi agar memiliki nilai tambah.
“Kebanyakan pelaku usaha kecil di NTT belum memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola keuangan maupun mengolah hasil produksinya. Karena itu, kami meyakini kerja sama antara Bank NTT dan Undana dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi pengembangan UMKM di daerah ini,” ujar Charlie.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjutnya, Bank NTT berharap Undana dapat berperan aktif memberikan pelatihan, pendampingan, serta transfer ilmu kepada para pelaku UMKM sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.
“Kami berharap ke depan Bank NTT dan Undana dapat bersama-sama menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi pelaku UMKM. Mulai dari pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan, hingga penerapan teknik budidaya yang baik agar hasil produksi semakin berkualitas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia bahkan menyebut kolaborasi antara Bank NTT dan Undana sebagai sebuah “Cinta Lama Bersemi Kembali” (CLBK), mengingat hubungan baik yang telah terjalin sebelumnya.
Menurut Prof. Jefri, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.Ia meyakini Bank NTT memiliki peran strategis sebagai bank daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat NTT, sementara Undana siap memberikan dukungan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya sangat senang atas peristiwa istimewa hari ini. Kalau boleh saya sebut, ini adalah Cinta Lama Bersemi Kembali. Semoga kolaborasi ini semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT,” ujar Prof. Jefri.
Prof. Jefri menegaskan Undana siap mendukung berbagai program strategis Bank NTT, khususnya dalam pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Undana siap hadir untuk mendukung pengembangan UMKM demi kemajuan perekonomian masyarakat NTT. Kami juga mendukung penuh peningkatan pelayanan dan berbagai program yang dijalankan Bank NTT bagi masyarakat,” tutupnya.
Kerja sama antara Bank NTT dan Universitas Nusa Cendana tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan jasa perbankan di lingkungan kampus, tetapi juga melahirkan berbagai program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi kedua institusi ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, memperkuat kapasitas pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat transformasi Bank NTT di usianya yang ke-64.