Ekonomi

Pasar Perbatasan Napan Dibuka, Bupati TTU Bidik UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Kawasan Perbatasan

Redaksi Diterbitkan 00:52 WITA 3 menit membaca
Ukuran Teks:
TTU,JurnalTimor.id– Uji coba launching Pasar Perbatasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung semarak pada Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang digelar di halaman Kantor PLBN Napan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Presidente Komisaun Organizadora Komerativas Mukti-Eventual, Sua Exelencia bersama rombongan, Ketua DPRD TTU, Kapolres TTU, Danramil 1618-01/Miomaffo Timur, Kasubsi Pra Penuntutan Kejari TTU, Staf Khusus Bupati TTU Bidang Ekonomi dan UMKM, Staf Khusus Bupati Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, para pimpinan perangkat daerah Setda TTU, Camat Bikomi Utara bersama unsur Forkopimca, para kepala desa se-Kecamatan Bikomi Utara, serta masyarakat dari TTU dan Distrik Oecusse.

Pasar tersebut diresmikan oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keberadaan Pasar Perbatasan Napan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat transaksi jual-beli.

Menurutnya, pasar tersebut harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan sekaligus etalase berbagai produk unggulan TTU.

“Ini bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan sekaligus etalase produk unggulan Kabupaten Timor Tengah Utara,” kata Kebo.

Sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bupati menekankan bahwa produk yang ditampilkan di PLBN Napan harus mencerminkan kualitas, kreativitas, sekaligus jati diri bangsa.

Ia menempatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai kekuatan utama penggerak perekonomian kawasan perbatasan.

“UMKM bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi merupakan kekuatan ekonomi perbatasan, wajah masyarakat, pembawa identitas budaya,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan dan dipasarkan melalui Pasar Perbatasan Napan. Di antaranya kain tenun dengan motif dan filosofi lintas generasi, kuliner khas Timor, kopi, hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga produk kreatif anak muda TTU.

Ia mendorong para pelaku usaha untuk naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, branding, sertifikasi, kontinuitas produksi, serta pemanfaatan pemasaran digital.

“Saya ingin suatu saat orang datang ke PLBN Napan bukan hanya untuk melintas batas negara, tetapi juga untuk mencari produk TTU tenunan, kopi, makanan khas, kerajinan dan produk kreatif anak-anak muda TTU,” tegasnya.

Kebo meminta seluruh perangkat daerah membangun rantai ekonomi dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.

Ia juga berharap adanya kemudahan akses bagi masyarakat Oecusse untuk melakukan aktivitas ekonomi di Pasar Perbatasan Napan.

Menurutnya, masyarakat TTU dan Oecusse memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan bahasa yang telah terjalin sejak lama.

“Kita memiliki kedekatan yang tidak hanya dibatasi oleh garis batas negara, tetapi juga oleh sejarah, budaya, bahasa daerah yang sama.

Batas negara tidak menjadi tembok pemisah, melainkan menjadi pintu yang mempertemukan dan menghadirkan kesejahteraan,” ungkapnya.(Ramos)

Tinggalkan komentar