Nasional

Kirab Bendera 81 Meter Semarakkan HUT ke-81 RI dari Perbatasan Motaain

Redaksi Diterbitkan 11:28 WITA 3 menit membaca
Ukuran Teks:
BELU,JurnalTimor.id– Semangat kemerdekaan Indonesia turut bergema dari wilayah perbatasan RI-RDTL. Masyarakat Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, bersama BAIS TNI, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/2/Kostrad, TNI-Polri, serta sejumlah pemangku kepentingan menggelar Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kirab bendera ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Dari kawasan perbatasan, masyarakat bersama aparat dan seluruh stakeholder ingin menunjukkan kuatnya semangat persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ratusan peserta membawa dan mengarak Sang Merah Putih dari Lapangan Silawan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain yang menjadi titik akhir kegiatan.

Peserta harus menempuh perjalanan kurang lebih 5,6 kilometer dengan berjalan kaki sambil membawa bendera sepanjang 81 meter.

Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di kawasan perbatasan Motaain,” ujar Maria.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berjalan menempuh jarak sekitar 5,6 kilometer, mulai dari Lapangan Silawan hingga tiba di PLBN Motaain.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya atas semangat seluruh peserta yang telah berjalan menempuh jarak kurang lebih 5,6 kilometer, mulai dari Lapangan Silawan hingga tiba di PLBN Motaain sebagai titik akhir kirab,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa semangat nasionalisme tidak hanya tumbuh di pusat-pusat kota, tetapi juga hidup kuat di tengah masyarakat yang berada di wilayah perbatasan negara.

Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara masyarakat dengan TNI-Polri serta seluruh stakeholder yang bertugas di kawasan perbatasan.

Kebersamaan tersebut terlihat sepanjang perjalanan. Masyarakat, pelajar, anggota TNI-Polri dan berbagai unsur lainnya berjalan bersama mengiringi Sang Merah Putih hingga tiba di PLBN Motaain.

Selain membawa pesan nasionalisme, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi kepedulian terhadap generasi muda dan lingkungan.

Pada akhir kegiatan, ratusan botol air minum jenis tumbler dibagikan kepada para siswa. Pembagian tumbler tersebut diharapkan dapat mendorong para pelajar untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Para siswa diajak untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membiasakan membawa wadah minum yang dapat digunakan berulang kali.

Kegiatan Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter ini pun menjadi pesan kuat dari kawasan perbatasan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan dan aksi nyata untuk menjaga persatuan serta menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada generasi penerus.

Dari Silawan hingga Motaain, Merah Putih dikibarkan dan diarak bersama. Dari wilayah perbatasan RI-RDTL, semangat memperingati 81 tahun Indonesia merdeka kembali ditegaskan.

Dari perbatasan untuk Indonesia. Merah Putih di hati, NKRI harga mati!

Tinggalkan komentar