Nasional

Ribuan Warga Padati LLBK, Saksikan Penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja-raja Timor

Redaksi Diterbitkan 05:37 WITA 2 menit membaca
Ukuran Teks:
KUPANG,JurnalTimor.id– Antusiasme masyarakat mewarnai prosesi penobatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Sesepuh Raja-raja Timor di kawasan Pantai Lai-Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026). Ribuan warga memadati lokasi sejak siang hari untuk menyaksikan prosesi adat sekaligus mengabadikan momen tersebut.

Setibanya di lokasi, Jokowi langsung disambut meriah oleh masyarakat. Warga berdesakan mendekat untuk bersalaman, berfoto, hingga merekam kedatangannya menggunakan telepon genggam. Di tengah antusiasme itu, Jokowi tampak beberapa kali melambaikan tangan, menyalami warga, serta membagikan kaos kepada masyarakat yang telah menunggu.

Suasana semakin semarak saat Jokowi memasuki panggung utama. Ribuan warga serentak mengangkat telepon genggam untuk merekam jalannya prosesi penobatan yang berlangsung di hadapan para raja dan tokoh adat Timor. Dari berbagai sudut kawasan LLBK, pemandangan lautan ponsel yang diarahkan ke panggung menjadi gambaran besarnya perhatian masyarakat terhadap acara tersebut.

Dalam prosesi adat, Jokowi mengenakan ikat kepala dan kain tenun khas Timor. Ia berdiri di tengah lingkaran para raja yang secara bergantian memanjatkan doa, mengalungkan selendang adat, serta memberikan penghormatan sebagai bagian dari rangkaian penobatan.

Prosesi berlangsung dengan khidmat dan sarat makna adat. Penobatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Karnaval Gajah yang digelar di kawasan Pantai LLBK dalam kunjungan Jokowi ke Kota Kupang.

Meskipun prosesi telah berakhir, ribuan warga tetap bertahan di sekitar lokasi. Mereka kembali mengangkat telepon genggam saat Jokowi meninggalkan arena acara. Antusiasme masyarakat menutup rangkaian penobatan yang berlangsung meriah dan menjadi perhatian publik.

Sementara itu, Raja Kerajaan Amanatun, Jonathan Banunaek, menjelaskan bahwa penobatan Jokowi dilakukan langsung oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.

“Satu Raja Amarasi tidak hadir, yang delapan hadir semua. Jadi penobatan itu dari delapan raja dan bukan raja-rajaan, tetapi raja yang memiliki wilayah kerajaan,” ujar Jonathan.

Ia menjelaskan, delapan raja yang hadir dalam prosesi tersebut yakni Raja Kerajaan Wewiku-Wehal, Raja Kerajaan Amanatun, Raja Kerajaan Amanuban, Raja Kerajaan Mollo, Raja Kerajaan Biboki, Raja Kerajaan Bikomi Nilulat, Raja Kerajaan Amfoang, dan Raja Kerajaan Nisnoni.
“Satu Raja Kerajaan Amarasi tidak hadir,” katanya.

Menurut Jonathan, penobatan tersebut merupakan bentuk penghormatan adat yang diberikan para raja di Timor kepada Jokowi melalui mekanisme dan kesepakatan adat yang melibatkan para pemangku kerajaan yang hadir.

Tinggalkan komentar