Pendidikan

Tak Punya Sepatu Sekolah, 20 Anak Yatim Piatu di Mutis Dapat Bantuan dari Pemkab TTU

Redaksi Diterbitkan 06:13 WITA 3 menit membaca
Ukuran Teks:
TTU,JurnalTimor.id– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan perbekalan, pendidikan, dan kesehatan kepada 20 anak yatim piatu di Kecamatan Mutis, Kamis (27/8/2026).

Puluhan anak penerima bantuan tersebut berasal dari empat desa di Kecamatan Mutis. Masing-masing desa mengusulkan lima anak yang dinilai membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU, Yanuarius Makun Tnobi, S.S., M.Si., mengatakan proses pendataan dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa dan pihak sekolah agar bantuan diberikan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

“Untuk mendapatkan mereka, kita meminta kepala desa bekerja sama dengan kepala sekolah yang ada di sana untuk mendata anak-anak yang betul-betul sangat membutuhkan,” ujar Yanuarius di Kefamenanu.

Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial yang menjadi kewajiban pemerintah daerah melalui Dinas Sosial.

Bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yang telah kehilangan orang tua dan mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

Yanuarius menjelaskan, bantuan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah sehingga belum dapat diberikan secara rutin.

“Kegiatan ini kita sesuaikan dengan anggaran. Memang tidak setiap hari, tetapi ini menunjukkan bahwa pemerintah memberikan bantuan stimulan bagi mereka,” katanya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah, antara lain tas, buku, alat tulis, dan sepatu sekolah. Anak-anak juga menerima perlengkapan kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, sabun cuci, sampo, dan minyak gosok.

Selain itu, Dinas Sosial turut memberikan makanan tambahan berupa makanan siap saji beserta lauk-pauk guna membantu memenuhi kebutuhan pangan para penerima bantuan.

Kecamatan Mutis dipilih sebagai salah satu wilayah sasaran karena masih terdapat anak-anak yatim piatu di luar wilayah perkotaan yang belum mendapatkan perhatian dan bantuan sosial secara memadai.

“Kemarin saat kita berada bersama mereka, kita dapati bahwa memang mereka selama ini belum mendapatkan bantuan apa pun.

Tujuan kita memberikan bantuan ini karena mereka benar-benar belum mendapatkan perhatian dari pihak mana pun dan benar-benar terlantar,” jelas Yanuarius.

Salah satu kondisi yang cukup memprihatinkan ditemukan saat penyaluran bantuan adalah adanya anak yang bersekolah hanya menggunakan sandal karena tidak memiliki sepatu.

“Kita sempat tanya kenapa tidak pakai sepatu? Mereka dengan polos mengaku bahwa tidak mempunyai sepatu sehingga kemarin kita langsung memberikan sepatu sekolah kepada mereka,” tuturnya.

Yanuarius mengatakan sebagian besar dari 20 anak tersebut kini tinggal bersama kakek dan nenek. Sebagian lainnya diasuh oleh keluarga dari pihak ayah maupun ibu.

“Mereka masih ada keluarga lain, tetapi orang tua kandung mereka sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten TTU berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang mengasuh para anak yatim piatu sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, pangan, dan kebutuhan dasar mereka.(Ramos)

Tinggalkan komentar