BELU,JurnalTimor.id– Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, terus mematangkan berbagai persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan di daerah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste itu. Dua kegiatan utama yang akan melibatkan ribuan masyarakat adalah Lomba Gerak Jalan Kemerdekaan dan Karnaval Kebangsaan.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Dobrito E. Seran, SSTP, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut cukup tinggi.
Menurut dia, hingga saat ini sebanyak 133 tim telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Karnaval Kebangsaan yang akan digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026.
“Untuk Karnaval Kebangsaan, sampai saat ini sudah ada 133 tim yang terdaftar,” kata Dobrito.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 tim berasal dari kategori PAUD/TK/SD. Peserta kategori ini akan dilepas dari Lapangan Umum Atambua pada pukul 09.00 WITA.
Sementara kategori umum diikuti 99 tim dan dijadwalkan mulai bergerak dari lokasi yang sama pada pukul 12.30 WITA.
Karnaval tersebut akan menampilkan berbagai kreativitas dan keberagaman masyarakat Belu. Peserta berasal dari sekolah, komunitas, paguyuban, BUMN, BUMD, BUMS, instansi pemerintah serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Menurut Dobrito, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat rasa persatuan.
“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, persatuan dan semangat nasionalisme masyarakat Belu,” ujarnya.
198 Tim Ikut Gerak Jalan
Selain Karnaval Kebangsaan, Pemerintah Kabupaten Belu juga menggelar Lomba Gerak Jalan Kemerdekaan yang diikuti sebanyak 198 tim.
Lomba tersebut dibagi dalam tiga kategori jarak, yakni 8 kilometer, 17 kilometer dan 45 kilometer. Untuk kategori 8 kilometer, terdapat 88 tim yang ambil bagian. Pesertanya terdiri dari putra dan putri SD serta organisasi wanita.
Lomba kategori ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WITA. Peserta akan mengambil titik start di depan Kantor Lurah Umanen dan finis di Pelataran Plaza Pelayanan Publik Atambua. Selanjutnya, kategori 17 kilometer diikuti 80 tim yang terdiri dari peserta umum, putra dan putri SMP serta putri SMA.
Lomba kategori 17 kilometer akan digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WITA. Peserta akan dilepas dari SDK Halioan, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, dan finis di Pelataran Plaza Pelayanan Publik Atambua.
Sementara kategori 45 kilometer menjadi tantangan terjauh dalam lomba gerak jalan tahun ini. Sebanyak 30 tim akan mengikuti kategori tersebut, yang terdiri dari putra SMA dan utusan kelurahan.
Peserta kategori 45 kilometer akan memulai perjalanan dari Kantor Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 22.00 WITA dan finis di Pelataran Plaza Pelayanan Publik Atambua.
“Khusus untuk kategori 45 kilometer, tidak diberlakukan pembatasan penggunaan sound system. Jadi peserta bisa lebih leluasa menampilkan kreativitas dan semangat kemerdekaan selama perjalanan,” jelas Dobrito.
Ajang Kebersamaan Masyarakat
Dobrito mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai perlombaan atau hiburan. Lebih dari itu, kegiatan kemerdekaan diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Belu untuk ikut memberikan dukungan dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.
“Semua kegiatan ini adalah milik kita bersama. Karena itu, kami mengharapkan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, instansi pemerintah, sekolah, komunitas, organisasi masyarakat, dunia usaha dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Belu diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat persatuan, sportivitas dan kebersamaan.
Terlebih Belu merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia yang memiliki posisi strategis dalam menjaga semangat kebangsaan.
“Semangat kemerdekaan ini harus kita jaga bersama. Bukan hanya dengan merayakan, tetapi juga dengan memperkuat persatuan dan kebersamaan untuk membangun Belu ke depan,” pungkasnya.(Jecko)